Jakarta – Komisi I DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaksanakan kunjungan kerja ke Anjungan Kepulauan Riau yang berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Senin, 9 Februari 2026. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Badan Penghubung Daerah (BanHubDa) Provinsi Kepulauan Riau, Endrie Djoko Satrio, ST., MM., bersama Kepala Anjungan Kepri di TMII, Retno Wuladari, SH., MM., beserta jajaran.
Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau secara langsung kondisi Anjungan Kepulauan Riau sekaligus mengevaluasi perannya sebagai wahana promosi budaya, pariwisata, dan potensi unggulan Provinsi Kepulauan Riau di tingkat nasional.
Hadir dalam kunjungan tersebut anggota Komisi I DPRD Kepri, yaitu H. Suigwan, S.M. selaku Wakil Ketua Komisi I, Zaizulfikar, SE., SH. selaku Sekretaris Komisi I, serta Ariyanto Lu, Agustian, Tumpal Ari Mangasi Pasaribu, SE., dan Lik Khai selaku anggota.
Rombongan Komisi I melakukan peninjauan terhadap berbagai fasilitas dan konten yang ditampilkan di Anjungan Kepulauan Riau, mulai dari pameran kerajinan khas daerah, informasi potensi pariwisata dan kuliner Kepri, hingga dokumentasi seni dan budaya masyarakat Kepulauan Riau sebagai identitas daerah.
Dalam kesempatan tersebut, para anggota dewan menilai bahwa Anjungan Kepulauan Riau memiliki peran strategis sebagai etalase Provinsi Kepri di ibu kota negara, khususnya dalam memperkenalkan kekayaan budaya, potensi wisata, serta produk unggulan daerah kepada masyarakat luas, baik dari dalam maupun luar negeri, yang perlu terus dikembangkan.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, Komisi I DPRD Kepri menyampaikan sejumlah masukan untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik anjungan. Salah satunya adalah perlunya pembaruan konten informasi, terutama terkait potensi pariwisata dan seni budaya Kepri agar lebih aktual, menarik, dan informatif bagi pengunjung.
Untuk memperkuat fungsi anjungan sebagai pusat aktivitas budaya, Komisi I juga merekomendasikan agar dilakukan kolaborasi yang lebih intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Kepri, serta komunitas seniman dan pelaku ekonomi kreatif. Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan kegiatan rutin seperti pertunjukan seni, lokakarya kerajinan, dan pameran produk unggulan daerah.
Selain aspek sarana dan teknologi, penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Petugas dan pemandu Anjungan Kepri dinilai perlu mendapatkan pelatihan berkala, baik dalam hal pengetahuan budaya daerah, kemampuan komunikasi, maupun keterampilan promosi agar mampu memberikan layanan yang profesional dan informatif kepada pengunjung.
Sementara itu, Kepala BanHubDa Kepri, Endrie Djoko Satrio, ST., MM., menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah sarana dan prasarana yang perlu dilengkapi, termasuk fasilitas pendukung berupa kantor anjungan. Ia menjelaskan bahwa BanHubDa Kepri merencanakan revitalisasi Anjungan Kepulauan Riau agar dapat bertransformasi menjadi museum digital sesuai dengan konsep “New TMII” yang mengusung prinsip green, smart, culture, dan inclusive. Revitalisasi tersebut sebelumnya direncanakan pada tahun anggaran 2024, namun tertunda karena keterbatasan anggaran.
Dalam menghadapi keterbatasan anggaran tahun 2026, Komisi I DPRD Kepri mendorong BanHubDa Kepri untuk mencari alternatif pembiayaan, antara lain melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kepulauan Riau. Meski demikian, BanHubDa melalui pengelolaan Anjungan Kepri tetap berkomitmen untuk menampilkan promosi seni dan budaya guna mendukung berbagai event reguler yang telah terjadwal dalam kalender budaya TMII.
Di akhir kunjungan, H. Suigwan, S.M. mewakili Komisi I DPRD Kepri menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan Anjungan Kepulauan Riau di TMII sebagai salah satu gerbang utama promosi budaya dan pariwisata Provinsi Kepulauan Riau di tingkat nasional. Dengan berbagai pembangunan sarana prasarana dan rencana revitalisasi museum yang akan dilakukan, Anjungan Kepulauan Riau diharapkan dapat tampil lebih optimal, modern, dan mampu memperkenalkan keindahan serta keunikan Kepri kepada masyarakat luas.